Monday, November 17, 2008
Catatan Semangat: Tinggalkanlah aku (beban) sejenak Sahabat
Selamat pagi sahabatku semua. Apakabar hari ini? Baik. Waaah..., saya lihat ada yang lagi bete tuh? Kenapa hayo...?
Sahabat, pernah bayangkan bahwa segelas air mineral bisa terasa SANGAT BERAT untuk di genggam? Mengapa bisa? Coba bayangkan, praktekan deh kalo mau dicoba. Sekarang ambil segelas air lalu pegang gelas berisi air itu, genggam dengan tangan lurus ke depan. Terasa enteng bukan? Kenapa? Jawabnya adalah karena BEBAN yang kita dapat hanya bersifat sebentar! Bagaimana jika BEBAN dalam segelas air itu di pegang dengan jangka waktu yang cukup lama? Apa yang terjadi? BEBAN yang awalnya terasa ringan itu menjadi SANGAT BERAT bagi kita.
So, kesimpulannya adalah, biarkanlah BEBAN, atau MASALAH yang ada di rumah kita tinggalkan sejenak. Biarkanlah ia (beban itu) tetap ada di rumah, karena nanti kita pasti kembali ke rumah. Relakanlah BEBAN-BEBAN itu di tempat ia tumbuh. Jangan bawa ia saat kita pergi ke kantor, tempat usaha, yang bisa memberatkan diri kita untuk TUMBUH. Atasi beban itu di tempat yang seharusnya.
Sudahkah semangat itu tumbuh kembali sahabatku...:)
Selamat mencoba, dan semoga kita TUMBUH menjadi pribadi yang lebih dari hari kemarin...;)
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM: masgagah80
Catatan Semangat: Are You A Leader?
Jika ada yang menanyakan hal ini kepada sahabat, jawaban apa yang dijawab? Ya, saya pemimpin, setidaknya bagi diri saya sendiri. Atau mungkin kita menjawab; Bukan, saya bukan pemimpin. Apapun jawaban kita, masing-masing mempunyai interpretasi sendiri dari pengertiannya tentang arti kepemimpinan.
Bagaimana kalau kita katakan seperti ini; Saya adalah pemimpin, saya juga pelayan bagi setiap orang atau sesuatu yang dipercayakan oleh Tuhan kepada saya. Tugas saya bukan untuk memerintah melainkan mengajak mereka yang mempercayai saya mengenai kehidupannya kepada kebaikan. So, PEMIMPIN = PELAYAN bagi yang dipimpinnya. Bolehkah kita setujui hal ini, sahabat?
Saya, yang saat ini berprofesi sebagai karyawan di 2 perusahaan mempunyai atasan, dan juga bawahan dalam struktur organisasi perusahaan. Bagaimana dengan sahabat?
Setiap kita yang berkerja pasti mempunyai keinginan agar atasan kita membantu kita memperbaiki kulitas hidup dan kualitas diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan mayoritas dari kita sangat berharap agar, dia yang menjadi atasan kita mampu menjadi tumpuan diri untuk semua kebutuhan hidup dan keluarga kita. Kalau begitu atasan adalah orang yang harus kita percayai mampu membantu diri kita untuk BERUBAH!
Lihatlah siapa PEMIMPIN tertinggi di Perusahaan kita berkerja? Jika dia kita anggap mampu membantu kita untuk menjadi lebih baik, maka ikutilah. Jika tidak, maka ikutilah hati yang sering berontak untuk mencari PEMIMPIN yang sesungguhnya.
Bukanlah atasan yang harus disalahkan atas segala sesuatu yang menghambat perjalanan hidup kita. Namun, kitalah yang yang harus bertanya, apakah masih mau mempercayakan diri kepada atasan yang tidak menghargai jiwa yang BESAR ini?
Siapakah yang pantas disebut ATASAN? Dan apakah setiap ATASAN kita mampu bersikap seperti PEMIMPIN yang baik?
It's not about the words, it's about the meaning of it!
So, jika ada sahabat yang dipercaya untuk menjadi PEMIMPIN, maka lakukanlah hal terbaik untuk mereka yang telah MEMPERCAYAKAN harapan dan impiannya kepada kita!
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM: masgagah80
Bagaimana kalau kita katakan seperti ini; Saya adalah pemimpin, saya juga pelayan bagi setiap orang atau sesuatu yang dipercayakan oleh Tuhan kepada saya. Tugas saya bukan untuk memerintah melainkan mengajak mereka yang mempercayai saya mengenai kehidupannya kepada kebaikan. So, PEMIMPIN = PELAYAN bagi yang dipimpinnya. Bolehkah kita setujui hal ini, sahabat?
Saya, yang saat ini berprofesi sebagai karyawan di 2 perusahaan mempunyai atasan, dan juga bawahan dalam struktur organisasi perusahaan. Bagaimana dengan sahabat?
Setiap kita yang berkerja pasti mempunyai keinginan agar atasan kita membantu kita memperbaiki kulitas hidup dan kualitas diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan mayoritas dari kita sangat berharap agar, dia yang menjadi atasan kita mampu menjadi tumpuan diri untuk semua kebutuhan hidup dan keluarga kita. Kalau begitu atasan adalah orang yang harus kita percayai mampu membantu diri kita untuk BERUBAH!
Lihatlah siapa PEMIMPIN tertinggi di Perusahaan kita berkerja? Jika dia kita anggap mampu membantu kita untuk menjadi lebih baik, maka ikutilah. Jika tidak, maka ikutilah hati yang sering berontak untuk mencari PEMIMPIN yang sesungguhnya.
Bukanlah atasan yang harus disalahkan atas segala sesuatu yang menghambat perjalanan hidup kita. Namun, kitalah yang yang harus bertanya, apakah masih mau mempercayakan diri kepada atasan yang tidak menghargai jiwa yang BESAR ini?
Siapakah yang pantas disebut ATASAN? Dan apakah setiap ATASAN kita mampu bersikap seperti PEMIMPIN yang baik?
It's not about the words, it's about the meaning of it!
So, jika ada sahabat yang dipercaya untuk menjadi PEMIMPIN, maka lakukanlah hal terbaik untuk mereka yang telah MEMPERCAYAKAN harapan dan impiannya kepada kita!
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM: masgagah80
Monday, October 27, 2008
Catatan Semangat: Karena Cinta
Intro:
Dan bila aku berdiri
Tegar sampai hari ini
Bukan karena ku atau hebat ku
Semua karena Cinta
Semua karena Cinta
Tak mampu diriku
Dapat berdiri tergar
Terimakasih Cinta
Songs by: Joy Tobing – Karena Cinta
----------
Sahabat. Dalam setiap diri, kita semua sedang mencari sesuatu yang fitrah, yaitu kebahagiaan. Dan sadarkah sahabat, bahwa kebahagiaan sejati ternyata bukanlah sesuatu yang bersifat materi. Bukah hanya sesuatu yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan oleh kulit sensitif kita. Kebahagiaan itu ada karena hati. So, janganlah mengharapkan kebahagiaan dari hal yang selalu terlihat indah oleh mata kita, dari angan-angan dan hayalan pikiran yang sudah lama terbungkus dengan pengalaman hidup hingga terbentuklah dalam diri dan secara sadar kita menganggap bahwa menjadi kaya, memiliki rumah, mobil, apartemen, bisa belanja ini dan itu, memakai perhiasan, gadget yang selalu baru adalah ukuran yang bisa membahagiakan kita. Bahkan lebih dari itu, sebagian kita menganggap bahwa keharusan memiliki pacar yang cantik atau tampan, pasangan hidup mapan lagi kaya materi adalah syarat kebahagiaan yang kita tanamkan dalam diri.
Mengapa? Karena kebahagiaan itu melebihi apapun yang pernah kita lihat, ia hanya bisa dirasakan oleh diri yang hatinya penuh harap dan syukur. Ia ada untuk mereka yang mengharapkan. Dan ia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada yang dikehendaki-Nya.
Sahabat, pernahkah kalian menginginkan sesuatu dengan perasaan yang teramat? Hingga satu saat diijinkalah hayalan dan keinginan itu oleh Alloh yang Maha Memiliki untuk diberikan kepada kita. Lalu apa? Pada awalnya kita merasakan kebahagiaan yang begitu sangat bukan. Namun hingga berjalannya waktu, hal yang membuat kita bahagia itu terasa membosankan bagi kita.
Sebagai contoh, ada seorang pria yang menginginkan memiliki wanita dengan kriteria cantik, seksi, dan lain sebagainya. Hingga satu saat keinginannya itu dikabulkan oleh Alloh yang Maha Mengabulkan doa. Lalu apa? Bukanlah rasa syukur yang dilakukan melainkan kesombongan dalam hatinya yang lemah berkata; “Kalau saya bisa menaklukan wanita cantik seperti ini, mengapa saya tidak mencoba menaklukan dan memiliki wanita yang lebih cantik dari dia!”
Kebaikan apa yang bisa diambil dari cerita di atas, sahabat?
Adalagi contoh seperti ini. Seorang gadis yang telah terbiasa dengan gaya hedonis (bebas), glamour, penuh dengan kesenangan dalam gemerlapnya dunia malam. Selalu menolak nasehat teman, kerabat, saudara, bahkan orangtuanya yang senantiasa mengingatkannya bahwa gaya hidup yang dijalaninya sekarang hanya akan membuatnya semakin terjerumus dalam kondisi yang penuh dengan keresahan. Lalu dalam hatinya ia berkata; “Gw hidup cuma sekali, selagi muda kenapa ga gw nikmatin nikmatnya gaya hidup anak muda!”
Kebaikan apa yang bisa diambil dari cerita di atas, sahabat?
Jika sahabat bisa menjawab pertanyaanku diatas, aku yakin bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla masih rindu dan menantikan hati kita untuk kembali kepada-Nya. Menjemput rasa rindu yang teramat untuk kembali kepada Cinta-Nya. Bersama Dia, bercumbu dalam Cinta yang sesungguhnya. Dan menangis dengan sekeras tangisan yang kita bisa karena perasaan malu, disaat Dia merindukan kita, justru hati yang lembut ini kita jauhkan dari Cinta-Nya. Sungguh, Alloh itu Maha Dekat dengan kita. Saat oranglain menjauhi kita, Dialah yang selalu mendampingi kita dan bersama kita. Mengingatkan kita dengan berbagai cara dan peristiwa yang kita alami, Dialah yang senantiasa menantikan hati ini untuk kembali bersama Cinta-Nya.
-------
Bila hati ini resah tak menentu,
mengapa ada Hati lain yang berbicara kepadaku
Mengajakku untuk tersenyum dan kembali bersinar
Apa dan siapakah Hati itu?
Haruskah aku menjadi hitam bersama hidupku yang resah ini
ataukah aku ikuti kata Hati yang menyejukkan itu?
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com
YM: masgagah80
Dan bila aku berdiri
Tegar sampai hari ini
Bukan karena ku atau hebat ku
Semua karena Cinta
Semua karena Cinta
Tak mampu diriku
Dapat berdiri tergar
Terimakasih Cinta
Songs by: Joy Tobing – Karena Cinta
----------
Sahabat. Dalam setiap diri, kita semua sedang mencari sesuatu yang fitrah, yaitu kebahagiaan. Dan sadarkah sahabat, bahwa kebahagiaan sejati ternyata bukanlah sesuatu yang bersifat materi. Bukah hanya sesuatu yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan oleh kulit sensitif kita. Kebahagiaan itu ada karena hati. So, janganlah mengharapkan kebahagiaan dari hal yang selalu terlihat indah oleh mata kita, dari angan-angan dan hayalan pikiran yang sudah lama terbungkus dengan pengalaman hidup hingga terbentuklah dalam diri dan secara sadar kita menganggap bahwa menjadi kaya, memiliki rumah, mobil, apartemen, bisa belanja ini dan itu, memakai perhiasan, gadget yang selalu baru adalah ukuran yang bisa membahagiakan kita. Bahkan lebih dari itu, sebagian kita menganggap bahwa keharusan memiliki pacar yang cantik atau tampan, pasangan hidup mapan lagi kaya materi adalah syarat kebahagiaan yang kita tanamkan dalam diri.
Mengapa? Karena kebahagiaan itu melebihi apapun yang pernah kita lihat, ia hanya bisa dirasakan oleh diri yang hatinya penuh harap dan syukur. Ia ada untuk mereka yang mengharapkan. Dan ia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada yang dikehendaki-Nya.
Sahabat, pernahkah kalian menginginkan sesuatu dengan perasaan yang teramat? Hingga satu saat diijinkalah hayalan dan keinginan itu oleh Alloh yang Maha Memiliki untuk diberikan kepada kita. Lalu apa? Pada awalnya kita merasakan kebahagiaan yang begitu sangat bukan. Namun hingga berjalannya waktu, hal yang membuat kita bahagia itu terasa membosankan bagi kita.
Sebagai contoh, ada seorang pria yang menginginkan memiliki wanita dengan kriteria cantik, seksi, dan lain sebagainya. Hingga satu saat keinginannya itu dikabulkan oleh Alloh yang Maha Mengabulkan doa. Lalu apa? Bukanlah rasa syukur yang dilakukan melainkan kesombongan dalam hatinya yang lemah berkata; “Kalau saya bisa menaklukan wanita cantik seperti ini, mengapa saya tidak mencoba menaklukan dan memiliki wanita yang lebih cantik dari dia!”
Kebaikan apa yang bisa diambil dari cerita di atas, sahabat?
Adalagi contoh seperti ini. Seorang gadis yang telah terbiasa dengan gaya hedonis (bebas), glamour, penuh dengan kesenangan dalam gemerlapnya dunia malam. Selalu menolak nasehat teman, kerabat, saudara, bahkan orangtuanya yang senantiasa mengingatkannya bahwa gaya hidup yang dijalaninya sekarang hanya akan membuatnya semakin terjerumus dalam kondisi yang penuh dengan keresahan. Lalu dalam hatinya ia berkata; “Gw hidup cuma sekali, selagi muda kenapa ga gw nikmatin nikmatnya gaya hidup anak muda!”
Kebaikan apa yang bisa diambil dari cerita di atas, sahabat?
Jika sahabat bisa menjawab pertanyaanku diatas, aku yakin bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla masih rindu dan menantikan hati kita untuk kembali kepada-Nya. Menjemput rasa rindu yang teramat untuk kembali kepada Cinta-Nya. Bersama Dia, bercumbu dalam Cinta yang sesungguhnya. Dan menangis dengan sekeras tangisan yang kita bisa karena perasaan malu, disaat Dia merindukan kita, justru hati yang lembut ini kita jauhkan dari Cinta-Nya. Sungguh, Alloh itu Maha Dekat dengan kita. Saat oranglain menjauhi kita, Dialah yang selalu mendampingi kita dan bersama kita. Mengingatkan kita dengan berbagai cara dan peristiwa yang kita alami, Dialah yang senantiasa menantikan hati ini untuk kembali bersama Cinta-Nya.
-------
Bila hati ini resah tak menentu,
mengapa ada Hati lain yang berbicara kepadaku
Mengajakku untuk tersenyum dan kembali bersinar
Apa dan siapakah Hati itu?
Haruskah aku menjadi hitam bersama hidupku yang resah ini
ataukah aku ikuti kata Hati yang menyejukkan itu?
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com
YM: masgagah80
Tuesday, October 21, 2008
Catatan Semangat: Wroking Hard, not Working Smart
Sahabat. Masihkah kita mengeluhkan beban pekerjaan kita saat ini? Masihkah kita mengeluhkan gaji yang kita terima saat ini? Masihkah kita diam dan menyalahkan orang lain yang mempunyai status pekerjaan dan gaji yang lebih dari kita? Padahal masih banyak di luar sana yang lebih muda, lebih mampu dan lebih baik menggantikan kita satu saat nanti!
Jika kita selalu mengeluhkan gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada kita terasa tidak pernah cukup, pernahkah kita juga mengeluh bahwa hasil dan kualitas kerja kita pantas untuk diri yang pengeluh ini untuk dibayar lebih Mahal, sekarang!
Pertanyaannya adalah, jika kita adalah pemilik perusahaan tersebut. Pantaskah orang yang seperti itu digaji oleh kita?
Sahabat, mulai dari sekarang jadikan semangat perubahan untuk menggugah Dia, Yang Maha Luas Rizkinya memberikan kepada kita kualitas hidup dan hasil yang lebih dari sekarang.
Working Hard, not Working Smart.
Salam dan Senyum
.:MasGagah:.
Jika kita selalu mengeluhkan gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada kita terasa tidak pernah cukup, pernahkah kita juga mengeluh bahwa hasil dan kualitas kerja kita pantas untuk diri yang pengeluh ini untuk dibayar lebih Mahal, sekarang!
Pertanyaannya adalah, jika kita adalah pemilik perusahaan tersebut. Pantaskah orang yang seperti itu digaji oleh kita?
Sahabat, mulai dari sekarang jadikan semangat perubahan untuk menggugah Dia, Yang Maha Luas Rizkinya memberikan kepada kita kualitas hidup dan hasil yang lebih dari sekarang.
Working Hard, not Working Smart.
Salam dan Senyum
.:MasGagah:.
Tuesday, September 23, 2008
Catatan Semangat: Berbagi Kesedihan
Sedih. Perasaan yang timbul karena kekhawatiran yang disebabkan oleh pikiran-pikiran tidak baik terhadap sesuatu.
Sahabat. Jangan jadikan perasaan cemas, sedih, dan takut sebagai sesuatu yang pasti terjadi pada kita. Sementara yang dicemaskan atau yang disedihkan itu belum tentu terjadi! Hayo, mulai bangun rasa optimis, dan berpikiran baik kepada Alloh Yang Maha Melapangkan Hati.
Yuk, kita bersama-sama mulai belajar untuk berbagi semua kesedihan kita, kecemasan kita terhadap apapun hanya kepada-Nya. Berbagilah beban kita dengan-Nya, dan katakan; Ya Alloh, aku ini lemah. Maka kuatkanlah aku untuk menghadapi semua rasa takut ini. Lapangkanlah hati ini yaa Robb, Zat yang Maha Lembut.
So, be positive thinking because what you think, is what will you become.
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM: masgagah80
Catatan Semangat:Now, I Do Know What Love Is
Sahabat. Setiap diri butuh seseorang yang bisa berkata;
“Sayang, aku ada disini bersamamu. Jadikanlah tangan ini sebagai penolongmu saat engkau terjatuh. Ijinkanlah diri ini berlutut dan mengangkatmu kembali untuk bangkit. Jadikanlah pula badan ini sebagai tempatmu bersandar saat kau letih bekerja, dan mendidik anak-anak kita. Sayang, ijinkanlah peluk hangatku ini sebagai peneguh hati disaat kau butuh.”
Sahabat. Selain do'a yang kita munajatkan kepada Dia, Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Do'a. Kadang, kita membutuhkan orang terdekat untuk bangkit dari rasa letih, jenuh, dan semua yang memberatkan diri untuk kembali tersenyum, tegar menjalani hidup.
Bukankah itu adalah gunanya sahabat, teman, keluarga, istri, dan suami. Bersama membangun kemampuan diri untuk hal yang lebih dari sekarang. Bersama menuju Cinta-Nya yang abadi.
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
“Sayang, aku ada disini bersamamu. Jadikanlah tangan ini sebagai penolongmu saat engkau terjatuh. Ijinkanlah diri ini berlutut dan mengangkatmu kembali untuk bangkit. Jadikanlah pula badan ini sebagai tempatmu bersandar saat kau letih bekerja, dan mendidik anak-anak kita. Sayang, ijinkanlah peluk hangatku ini sebagai peneguh hati disaat kau butuh.”
Sahabat. Selain do'a yang kita munajatkan kepada Dia, Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Do'a. Kadang, kita membutuhkan orang terdekat untuk bangkit dari rasa letih, jenuh, dan semua yang memberatkan diri untuk kembali tersenyum, tegar menjalani hidup.
Bukankah itu adalah gunanya sahabat, teman, keluarga, istri, dan suami. Bersama membangun kemampuan diri untuk hal yang lebih dari sekarang. Bersama menuju Cinta-Nya yang abadi.
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
Catatan semangat:
Jika bakat tidak lebih penting daripada penggunaannya. Teori juga demikian. Tapi mengapa kita lebih sering menyalahkan teori yang sama yang membuat banyak orang sukses hanya karena teori tersebut tidak cocok untuk kita. (by Mario Teguh)
Apakah, teori yang salah atau penggunaannya?
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
Apakah, teori yang salah atau penggunaannya?
Salam dan Senyum,
.:MasGagah:.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Aliyah Zaharani Putri