Setiap hari yang kita lalui dalam perjalanan hidup, kita banyak melakukan aktivitas atau kegiatan, baik yang mengeluarkan maupun yang menghasilkan.
Tanpa disadari atau tidak, semua kegiatan tersebut sangat berpengaruh terhadap "Income Statement" atau Laporan Keuangan yang Anda miliki.
Coba Anda perhatikan, saat Anda melangkah ke luar rumah untuk ke kantor dengan naik ojek dan kendaraan umum, Anda mengeluarkan uang transport.
Anda makan siang di Mall, Anda mengeluarkan uang lagi. Anda ngopi di Starbuck atau Oh Lala, Anda merogoh kocek. Anda beli rokok, Anda mengeluarkan uang kembali.
Jadi setiap saat dan setiap hari, rasanya kita bukan bertambah kaya, melainkan bertambah miskin?
Karena hampir setiap kegiatan yang kita lakukan adalah aktivitas mengeluarkan uang dan bukan sebaliknya.
Kita memperoleh uang hanya sebulan sekali, yaitu pada saat gajian. Mudah2an Anda masih ingat U-MAN-JI (yoU MANusia bergaJI).
Jadi saya berharap kita semua dapat selalu memikirkan kembali, apakah perlu melakukan suatu aktivitas tertentu atau tidak?
Untuk mudahnya, agar kita dapat men-sortir suatu kegiatan perlu dilakukan atau tidak yaitu dengan bertanya ke diri sendiri : "Apakah kegiatan ini (yang mengeluarkan Uang) merupakan investasi atau modal bagi Masa Depan atau tidak?"
Bila merupakan investasi, maka lakukan. Misalnya saat Anda mau makan siang. Makan siang merupakan investasi atau modal untuk mendapatkan energi agar dapat bekerja penuh vitalitas. Karena makan merupakan suatu kebutuhan yang universal jadi dapat dikategorikan sebagai modal dan investasi.
Minum kopi atau merokok tidak dapat dikategorikan sebagai modal atau investasi, karena tidak berlaku bagi semua orang.
Bagaimana dengan membeli buku misalnya "Personal Development"? Ya, saya anggap ini investasi. Begitu pula dengan sekolah atau kursus yang meningkatkan kemampuan diri dalam bekerja.
Jadi, lakukan segala aktivitas Anda yang mengacu kepada investasi dan modal diri bagi Masa Depan Anda. Selain itu harap Anda eliminasi.
Dengan demikian, Anda membayar atau mengeluarkan uang dengan tujuan untuk mendapatkan yang lebih besar hasilnya.
Selamat berpikir ulang sebelum melakukan kegiatan apapun, terkait mengeluarkan uang yang Anda peroleh dengan susah payah.
Selamat menempuh hidup dengan cara yang baru.
Semoga bermanfaat.
Wednesday, April 16, 2008
Setiap Hari Aku bertambah Miskin atau Kaya?
Tuesday, April 15, 2008
I Will Survive (By Mario Teguh)
Jadilah pemenang yang sebetulnya.
---------
Anda bisa memenangkan sebuah peperangan dengan penggunaan kekuatan, tetapi Anda hanya bisa memenangkan sebuah kehidupan dengan sebuah jiwa yang baik.
Dalam peperangan untuk memenangkan kekuatan Anda, kebebasan Anda, dan keberhasilan-keberhasilan Anda; tidak ada jumlah kekuatan yang cukup untuk mencondongkan Anda ke arah yang ditolak oleh jiwa Anda. Anda hanya bisa memenangkan diri Anda sendiri, dengan memenangkan jiwa Anda sendiri.
Ketajaman sebilah pedang bisa memenangkan sebuah masa, tetapi jiwa yang baik memenangkan keabadian. Maka, jadilah pemenang yang sebetulnya. Jadilah pemenang dengan jiwa yang baik.
Bangunlah jiwa yang kuat.
---------
Katakanlah, … oh jiwaku, jadilah penguat bagiku. Jadikanlah aku penguasa hidupku, walaupun aku sekecil-kecilnya penguasa. Bila jiwaku kuat, aku akan menari di atas ombak kehidupan. Tetapi, bila jiwaku lemah, ombak kehidupan akan menari di atasku. Maka aku jadikan jiwaku kuat, agar jiwaku menjadikan aku kuat. Karena aku dan jiwaku adalah satu.
Temukanlah kembali semangat pemenang Anda.
---------
Sebuah pepatah lama mengatakan, bahwa dia yang kehilangan harta, kehilangan banyak hal. Dia yang kehilangan seorang sahabat, kehilangan lebih banyak lagi. Dan dia yang kehilangan semangatnya, kehilangan semua-nya. Tetapi pepatah tua itu selalu datang menegur dengan penuh keremajaan kepada dia yang longgar memegang jiwanya, dan dengan kelembutan menuntunnya menuju penemuan kembali jiwanya. Anda dilahirkan pemenang. Setiap titik darah Anda adalah darah pemenang. Maka menemukan kembali semangat pemenang yang menjadi hak penuh Anda itu, adalah sesuatu yang alamiah.
Bangunlah sebuah kehidupan yang baik.
----------
Sebuah jiwa membangun kehidupan seseorang. Setelah jadinya, kehidupan orang itu membangun pagar dan batas-batas ruang geraknya, dan yang kemudian membentuk jiwanya. Maka bangunlah kehidupan yang baik. Keputusan Anda mengenai bentuk kehidupan yang Anda pilih, akan menentukan kualitas jiwa yang dibentuk oleh kehidupan Anda.
Sebabkan-lah kehidupan yang baik pada orang lain.
----------
Sebutir biji padi membawa setitik kumpulan cetak biru dari rancangan bentuk dan rincian dari semua sifat dan kualitasnya; dan dengan kehebatan kekuatan yang sedikit kita mengerti, mempertahankannya dalam diri kecilnya itu, sepanjang rantai abad-abad yang panjang, untuk dengan penuh kecintaan meneruskannya ke butir-butir padi berikutnya, agar mereka meneruskan kekuatannya itu ke
masa-masa yang panjang ke depan.
Lalu, apakah yang bisa membuat kita tidak jengah berhenti, dihentikan oleh lemahnya pendapat diri sendiri mengenai diri sendiri? Padahal semua orang bijak dalam sejarah kemanusiaan telah mengundang kita untuk meneruskan kekuatan mereka kepada keturunan dan lingkungan kita?
Mengutip dari JFK, “Saya yakin bahwa setelah debu dari abad-abad yang melalui kota-kota kita; kita pun, akan diingat bukan karena kemenangan atau kekalahan kita dalam peperangan atau dalam politik, tetapi karena kontribusi kita kepada jiwa kemanusiaan.”
Maka, bangunlah kehidupan yang baik dengan menyebabkan kehidupan yang baik pada orang lain.
----------
Dan itu adalah dasar dari semua kekuatan untuk memenangkan kepemimpinan hidup ini.
Thursday, April 3, 2008
Determining Your Size
------
Banyak diantara kita menyadari tubuh menua tanpa menetapkan seberapa besar kita menjadi.
Anda adalah penentu ukuran kebesaran Anda sendiri.
Tidak ada orang yg bisa mengecilkan Anda jika Anda tidak mengecilkannya. Dan tidak ada orang yg bisa membantu anda mencapai ukuran yg mungkin Anda capai kecuali Anda menolaknya. Sehingga menerima yg membesarkan kita dan menolak yg mengcilkan kita adalah kuncinya.
Enabler (yang memungkinkan)
Banyak orang yg tidak sadar bahwa dia butuh, harus pindah dari keadaan tidak punya menjadi punya. Bukankah kita sedang bergerak dari keadaan belum jadi menjadi jadi. Yang lebih hebat lagi adalah orang yang berpindah dari keadaan dari tidak mungkin menjadi mungkin. Untuk itu Anda membutuhkan pemungkin untukmenerobos keadaan yg tadinya tidak mungkin menjadi mungkin.
Tidak ada yg bisa mengecilkan kita kalau kita tidak mengijinkannya. Kita mengendalikan diri kita sendiri. Pertanyaannya sepanjang hidup kita begitu banyak gangguan-gangguan yang masuk dalam pikiran yg membuat kita meragukan kemampuan diri kita sendiri. Jika demikian, berikut trick sederhana. 4 langkah untuk mengalahkan orang Jenius:
1. Memperbaiki diri sehingga lebih baik sedikit diatas rata-rata.
2. Tidak terlalu sensitif (tidak selalu berpikir negatif, tidak membayangkan hal negatif, alias selalu berpikir positif)
3. Bekerja keras
4. Menjadikan dirinya mudah dibantu
Banyak orang yg memiliki keinginan/cita-cita ttg sesuatu. Namun kadang kita menghadapi rintangan seperti keraguan untuk mencapainya.
Tipsnya:
Bila orang menasehatkan yg mungkin Anda capai, jangan Anda menjadi orang pertama yg meragukannya karena meyakini batasan adalah menciptakan batasan.
Pikirkan cita” Anda sekarang. Lalu saya bertanya, mengapa Anda tidak upayakan cita-cita Anda itu tercapai tahun ini juga..! Anda ingin mempunyai rumah? Ingin Mempunyai mobil? Atau Anda ingin menikah dengan gadis cantik yang baik atau laki-laki ganteng yang bertanggung jawab? Apa yang terjadi di hati…? Anda menjawab, “Apa mungkin…???”
Nah loh, apa yang terjadi? Ternyata kita adalah orang pertama yg meragukan nasehat baik, padahal kita satu-satunya orang yg membutuhkan nasehat itu pertama kali. Itu sebabnya membantu orang itu tidak mudah karena orang yg kita coba bantu selalu menjadi orang pertama yang menolak bantuan kita. Bisa dibayangkan dirinya sendiri yang tau banyak salahnya, banyak kelemahannya, banyak penundaan”nya, dan bagaimana dia bisa hormat terhadap dirinya sendiri…? Itulah yang membuat kita pada sebuah titik.
Pikiran Anda memiliki kekuatan untuk mengubah gunung granit menjadi transparan dan selunak agar-agar.
Inilah yang tidak banyak dipikirkan orang. Sesungguhnya kita itu tinggal memerintahakan. Tinggal pertanyaannya yang diperintahkan mau tidak…! Mengapa, karena kita kurang berusaha membangun senioritas pribadi, wibawa pribadi, tidak bangun rasa hormat orang kepada kita, sehingga yangkita perintahkan tidak didengar orang.
Pertanyaan: “Dalam berpikir sesuatu yang besar, dimana sesuatu yang besar itu adalah sebuah ketidakpastian dan pada usahanya kita menemukan kegagalan hingga menjadikan diri kita hilang motivasi. Bagaimana mengatasinya…?”
Jawab: “Memang masa depan isinya adalah ketidakpastian. Tetapi tugas kita untuk menemukan yang tidak pasti itu menjadi pasti…! Berapa banyak orang yang pada malam harinya tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang pasti dan tidak…?
Bagaimana kalau waktu siang kita digunakan untuk membuktikan ini yang pasti, ini yang tidak. Sehingga hidup kita tidak lagi bertanya-tanya tentang yang pasti atau tidak. Karena kesalahan dalam bertindak bisa dihapus dengan meminta maaf atau dengan berjalannya waktu. Tapi, kesalahan karena tidak bertindak tidak
Kalau orang menginkan sesuatu yang besar lalu tidak tercapai, mengapa dia kecewa…?
1. Seharusnya dia kecewa pada dirinya yang tidak mengupayakan yang terbaik untuk mencapainya.
2. Mungkin, target yang tinggi tadi tidak pantas untuk pribadi yang sekarang kecuali Anda meningkatkan menjadi pribadi yang lebih pantas. Karena ada hukum kepantasan bagi sesuatu.
Jadi cita-cita yang besar pantas bagi yang membesarkan dirinya. Banyak orang yang keinginannya besar namun perilakunya tidak besar.
Pertanyaan: “Punya optimisme tertentu namun dalam perjalanannya ada kendala dan hambatan. Tapi kita yakin optimesme itu bisa ciptakan. Namun lingkungan kita tidak mensupport itu. Bagaimana mengatasinya…?”
Jawab: “Kalau orang mempunyai IDE yang BESAR ditolak orang, sungguh bukan idenya yang ditolak namun orang yang membawa idenya. Tidak pernah ide besar di tolak, karena ide besar selalu menguntungkan banyak orang. Hanya orang lain tidak ingin kita yang juga diuntungkan oleh ide itu. Itu sebabnya ide besar yang ditolak suatu ketika dibawa oleh orang lain dan diterima.
Jadi semakin besar ide yang kita miliki, semakin penting, dan harus kita memperhatikan kualitas penerimaan pribadi kita. Jadilah pribadi yang mudah diterima, sehingga ide apapun yang Anda bawa, diterima. Banyak orang marah karena idenya tidak diterima dalam proses marah itu saja sudah kelihatan bahwa selama ini dia tidak menjaga penerimaan yang baik.”
Mungkin kita sudah terlambat untuk memperbaiki masa lalu kita, tapi kita masih bisa memperbaiki kualitas masa depan melalui kualitas kerja hari ini.
Berapa banyak diantara kita yang sibuk memperbaiki masa lalu…? Mengkritik suami, teman atasan dimasa lalu? Menyalahkan diri sendiri, padahal itu tidak akan memperbaiki apapun!
Berapa banyak wanita kalau bertengkar dengan suaminya, “Ingat ga dulu..!” kalau tidak ingat suaminya diingatkan yang lain. Banyak orang berusaha membangun masa depan dengan memperbaiki masa lalu. Yang Anda lakukan hari ini yang menentukan masa depan.
Kita harus menjadi orang dengan pikiran besar dan juga baik?
Apakah mungkin Anda menjadi Direktur di Perusahaan besar dan ternama? Lihat, Anda menggeleng!. Banyak orang memikirkan pun tidak, apalagi menginginkannya?
Memikirkan itu tidak ada emosi, hanya dipikirkan saja. Saya tahun sekian mau, punya, jadi, bisa. Mau ini, punya ini, jadi ini, bisa ini tahun sekian tanpa perasaan. Namun saat perasaan masuk, “Apa mungkin ya..?”
Jadi langkah pertama pisahkan emosi, perasaan kita dari rencanakan kita. Coba sekarang rasa kita tarik kedalam; semua orang ingin kaya, ingin pangkat tinggi, ingin berpengaruh. Keluarkan dulu keinginan itu. Dan begitu dikeluarkan kelihatan Anda tidak punya rencana…! Banyak orang punya ingin namun tidak punya rencana. Jadi ingin dan punya rencana adalah 2 hal yang berbeda. Rencana itu ada di alam pikiran…! Jadi jika Anda inginkan sesuatu, rencananya apa...?
Pertanyaan: “Keinginan kita sebagai manusia
Jawab: “Pikiran dan keingian positif banyak juga diganggu pikiran alternatif keinginan yang juga menarik. Tentukan satu yang mungkin yang bisa dilakukan, yang mempunyai kemungkinan keberhasilan paling tinggi yang dapat memenuhi semua keinginan-keinginan Anda yang lain. Jadi, tentukan 1 dulu baru yang lain.”
Pikiran menemukan kekuatan pada perhatian yang kita berikan kepadanya.
Pikiran Anda akan menemukan kekuatan yang Anda berikan padanya. Apa yang Anda fokuskan tumbuh. Apabila Anda fokus koleksi perangko, maka koleksi Anda tumbuh. Berarti jika kita sudah punya pikiran untuk menjadi punya, kemudian menjadi lebih besar, dan menjadi bisa. Pikirkan itu dalam keseharian Anda! You become what you think about everyday!
Anda menjadi yang Anda pikirkan setiap hari. Jadi, kalau Anda pikirkan menjadi orang yang besar, maka mudah bagi Anda melihat Anda melihat jalan-jalan yang BESAR. Sehingga, orang yang melihat ke atas mudah melihat jalan naik. Orang yang merenubng, mudah melihat kesediha-kesedihannya. Jadi makanan bagi rencana-rencana kita perhatikanlah rencana-rencana kita.
Mulailah pengembangan pikiran- pikiran Anda dari keadaan-keadaan yang tidak pasti untuk mencapai kepastian
Mulai dari tidak pasti menjadi lebih pasti. Berapa banyak orang hanya mau melakukan sesuatu yang pasti! Padahal kehidupan ini tumbuh dari yang tidak pasti menjadi pasti…! Tugas kita adalah PEMASTI!
Orang-orang hebat selalu MEMASTIKAN! Itu sebabnya wanita menikah dengan pria yang dipilihnya karena pria itu dianggap orang yang memastikan kehidupannya jadi lebih baik. Demikian juga dengan pria, melihat wanita sebagai yang memastikan pencapaian karirnya. Anak-anak tidak bisa bangga kepada orangtuanya yang tidak bisa memastikan. Kalau begitu jadilah pribadi yang MEMASTIKAN, jangan menunggu sesuatu yang pasti sebelum Anda bergerak. Anda bergerak karena mau memastikan!
Tugas kita bukan untuk BERHASIL, tapi untuk MENCOBA. Karena didalam MENCOBA itulah ada JANJI KEBERHASILAN…!
Pertanyaan: “Pikiran kita adalah kekuatan kita, namun yang terjadi kita jarang menggunakan kekuatan itu. Bagaiman cara kita melatih kekuatan itu…?
Jawab: “
Karena memutuskan dan bertindak adalah 2 hal yang berbeda. Berarti kekuatan hidup kita bukan dari dari RENCANA, tapi dari PELAKSANAAN RENCANA. Itu sebabnya upaya adalah pengubah nasib!
“Tidak ada kaum diubah nasibnya, kecuali dia sendiri yang mengupayakan..!” Jadi nasib bisa diubah dan bisa dirancang. Berencana dan bertindaklah sekarang..!
Pertanyaan: “Saat kita punya sebuah keinginan namun ada keraguan seperti; saya ingin keluar dari kantor dan memulai usaha sendiri. Dalam hati berpikir, “nanti gimana ya…?”
Jawab: “Kalau Anda melakukan sesuatu bahkan yang sudah dirancang puluhan tahun sekalipun keraguan itu pasti ada. Berhasil atau tidak. Ini caranya gagal dengan damai. Caranya bilang seperti ini; Ya Tuhan, yang aku lakukan ini baik, dengan nama-Mu, karena-Mu, dan untuk-Mu. Dan bila aku gagal, aku gagal dalam melayanimu.” Sampai hati ga Tuhan…?
Pertanyaan: “Apakah pikiran besar itu, merupakan salah satu upaya dari kita untuk memantaskan diri itu…?
Jawab: “Baru mengubah ukuran pikiran kita saja sudah menjad upaya untuk memantaskan diri.” Berapa banyak orang yang sekarang baru bicara memperbaiki pikiran saja blang begini; “ah itu teori…?” Tapi teori yang sama telah membuat oranglain kaya, pangkat tinggi, ternama? Mengapa Anda tidak mengambil keuntungan dari teori yang sama…? Teori tetap teori kalau Anda tetap tidak ambil keuntungan darinya. Tapi Anda ambil keuntungan itu namanya jalan hidup. Jadi, perbaiki ukuran dari ukuran dari yang kita rencanakan, perbaiki kualitas dari tindakan kita, lalu bersabar dan pasrahkan kepada Yang Maha Memiliki, Alloh Swt”.
Bersambung....
Wednesday, March 26, 2008
Read It...!
Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan... Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?! Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
Sumber : Anonymous
INTERNET HOTSPOT GRATIS DI JAKARTA
INTERNET HOTSPOT GRATIS DI
1.
2. Fashion Cafe
Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46
3.
4.
Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46
5. Mall - Plaza Senayan
Jl. Asia Afrika 8 Plaza Senayan Jakarta 10270
6.
7.
Update: sudah tidak gratis, Rp 75.000 / 2 jam
8.
9. Mall - Telkom Teleshop
Mall
10.
Jl. Dr
11.
Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta Selatan
12.
Mangga Dua Square
13. Cyber Cafe
Orion Dusit Lantai Dasar.
14. Office - Istana Negara
Pers Room 1 President Office Jakarta Pusat
15. Office - Telkom
Jl. Gatot Subroto Graha Citra Caraka
16. Dunkin Donat Pusat
Jl. Hayam Wuruk dekat dengan Wisma Hayam Wuruk Jakarta
17. Plaza Semanggi. Lantai 1 dan lantai 2 dan food court area
Jl. Jendral Sudirman Jakarta Selatan
18. Oma Sendok
di jalan Empu Sendok No. 45, Senopati keb baru Jakarta Selatan.
19. Bakoel koffie
Bellaggio, Mega Kuningan.
20. BizNet Cafe
Mega Kuningan
21. Delights cafe
Jalan Kemang Raya, Kemang Jakarta Selatan.
22. Cafe Aksara Bookstore
Kemang,
23. Restoran Hotel Grand Flora
Kemang,
24. Cafe Lokananta
Panglima Polim Selatan,
25. Bakwan Ecetera
Jl. Benda No. 89, Kemang -
26. Mal Pondok Indah II,
Mulai lantai paling bawah hingga ke lantai atas (food court) khusus hari kerja.
28. Zoe Cafe, Depok
29. Bakoel Koffe
Jl. Senopati, Belakang SCBD
30.
Kompleks Kedoya Permai Kebon Jeruk Jakarta Barat
31. Chiyyo cafe
Sampingnya Bakmi Metropolitan,
Wifi gratis..makanan murah meriah (dari 5000 perak sampe 20 ribuan)
32.
Punya daftar tambahan? Silahkan tambahkan dengan meng-klik link komentar posting ini.
Have a nice surfing and free services.
WYSIWYG (What You Share Is What You Get)
WYSIWYG (What You Share Is What You Get)
Apa yang Anda Berikan adalah Yang Anda Dapatkan
Share is Giving, Berbagi adalah Memberi. Coba hitung berapa banyak usaha kita untuk membahagiakan orang lain. Dengan sedekah? Dengan memberikan pinjaman uang/barang kepada saudara, teman atau sahabat kita yang benar-benar membutuhkan? Atau dengan menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang butuh bantuan untuk sekolahnya?
Apa yang Anda harapkan dari semua itu? Kebahagiaan. Untuk siapa…? Saat memberi sesungguhnya Anda sedang memberi diri Anda sendiri. Saat Anda membahagiakan orang lain, sesungguhnya Anda membahagiakan diri Anda sendiri. Semuanya hanya untuk Anda.
Mengapa…? Karena melalui Andalah kebahagiaan dari Tuhan itu datang. Sebesar apa kebahagiaan yang Anda berikan kepada orang lain, sebesar itu pula kebahagiaan yg Anda dapat. Bahkan lebih, karena Allah yang Maha Agung lebih besar kasih sayangnya dari kasih sayang Anda kepada orang yg Anda bahagiakan…
Salam,
MasGagah
You are only as honorable as what you do
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
------------------
MTSN
MARIO TEGUH
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
(Engkau hanya semulia yang kau kerjakan)
------------------
Entah dari mana datangnya suara itu, tetapi jelas terdengar kata-katanya:
Rayi sing anom,
Adik ku yang muda,
Bagaimana mungkin engkau bertenaga, tanpa harapan yang baik mengenai apa yang dapat engkau capai di masa depan?
Ketahuilah bahwa mengkhawatirkan masa depan tidak mengurangi masalah yang akan datang bersama waktu, tetapi yang pasti ia akan mengurangi kekuatan mu untuk menghadapi bahkan sekecil-kecilnya masalah mu hari ini.
Masalah adalah tanda penghormatan alam kepada mu.
Bila engkau telah siap, engkau akan diberikan masalah-masalah dengan ukuran dan kepelikan yang lebih tinggi; karena Tuhan tidak akan memberikan kepada mu masalah yang berada di atas kemampuan mu untuk menyelesaikan.
Bila masalah-masalah mu besar dan berat, hadapkanlah wajah senyum mu kepada Yang Memiliki Matahari yang tenggelam – dan berterima-kasihlah atas penghormatan yang kau terima; bahwa Tuhan telah mempercayakan penyelesaian dari masalah-masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh pribadi terkasih sebesar engkau.
Bila engkau menginginkan, engkau akan menemui masalah.
Karena,
Keinginan mu akan melahirkan masalah yang se-ukuran dengan keinginan mu.
Bila masalah-masalah mu kecil dan ringan, bersyukurlah bahwa engkau sedang tidak direpotkan oleh kesulitan-kesulitan besar. Tetapi, bertanyalah juga ke dalam diri mu, mengapakah kepada mu hanya dipercayakan yang mudah-mudah?
Sesungguhnya, bila engkau menginginkan yang besar, akan wajar bagi mu untuk dihadapkan kepada masalah-masalah besar. Karena, hanya dengan melampaui masalah-masalah itu, engkau akan sampai di permukaan yang lebih tinggi - di mana jawaban bagi keinginan-keinginan besar mu terhamparkan rapih bagi mu.
Sadarkah engkau, bahwa dalam mengupayakan pelampauan dari masalah-masalah yang besar, engkau sedang membangun kemampuan diri mu yang lebih besar?
Sadar juga kah engkau, bahwa dalam menghindari dan tidak menghadapi masalah-masalah yang lebih besar, engkau sedang menunda pengembangan kemampuan diri mu sendiri? Seolah-olah – engkau sedang melarikan diri dari diri mu sendiri yang lebih baik.
Dan sadarkah engkau bahwa dengannya – engkau berlaku seperti sedang mempertahankan kualitas hidup apa pun yang sedang kau alami.
Bila engkau mengeluhkan keadaan mu sekarang, mengapakah engkau tetap mempertahankannya?
Apakah ada cara lain untuk keluar dari kelemahan mu – selain menjadi pribadi yang lebih kuat?
Rayi kinasih ku,
Tidak ada orang yang bisa hidup tanpa keyakinan.
Perhatikanlah, bahkan dia yang tidak yakin adalah pribadi yang yakin untuk tidak meyakini.
Lalu, setelah dia mendengar yang baik, lalu tetap tidak meyakini kebaikan yang dijanjikan oleh cara-cara yang baik – sesungguhnya dia sedang meyakini bahwa ada cara lain selain yang baik untuk mencapai yang baik.
Apakah ada cara buruk untuk mencapai kebaikan?
Sadarkah engkau bahwa membantu orang dengan cara yang buruk, adalah pendidikan bagi penerima bantuan untuk mendoakan berlanjutnya keburukan yang menjadi sumber bantuan bagi mereka?
Bila engkau bertanya, Bukankah masih mungkin bagi seorang pencuri untuk memberi makan anak-anaknya dengan uang hasil curiannya, dan tetap membesarkan mereka untuk menjadi anak-anak yang cerdas dan taat kepada tuntunan kebaikan?
Dengan pertanyaan mu itu, sadarkah engkau bahwa jawaban ku sedang ditunggu untuk memberikan alasan bagi yang cenderung untuk mencuri – untuk tetap mencuri?
Bila ada orang yang demikian cerdas dan rajin untuk mencuri, dan memiliki pengertian untuk mendidik anak-anak yang cerdas dan salih, mengapakah dia tidak menggunakan kecerdasan dan kerja-kerasnya untuk mendapatkan rizki melalui jalan-jalan yang baik, dan meneladankan yang benar-benar dijalankannya di hadapan anak-anaknya?
Maka tegaskanlah ini di dalam hati mu, bahwa
Tidak ada hal buruk yang bisa menjadi kebaikan.
Janganlah engkau berlaku seolah melihat fatamorgana, dan menganggap bahwa keburukan dapat diubah menjadi kebaikan.
Keburukan tidak bisa diubah menjadi kebaikan.
Hanya dengan meninggalkan keburukan, engkau akan berada di wilayah yang baru, yang mudah bagi kebaikan untuk mengisi hati mu.
Hanya dia yang belum mengerti yang masih menyisakan kursi di hatinya bagi keburukan, dan meyakini suatu ketika keburukan itu akan menjadi kebaikan.
Keburukan adalah keburukan, dan kebaikan adalah kebaikan.
Hanya dengan meninggalkan keburukan, kita sampai kepada kebaikan.
Rayi sigaran manah ku,
Dekatkanlah hati mu kepada ku, karena ini yang ingin aku sampaikan kepada hati mu yang lembut,
Keyakinan adalah kekuatan yang terbangun oleh kemampuan untuk melihat yang tidak terlihat.
Meskipun engkau tidak melihatnya, tidak berarti sesuatu itu tidak ada. Tetapi itu bukan berita baru bagi mu, karena telah lama engkau mampu meyakini keberadaan sebuah kepastian yang mengatur kualitas hidup mu.
Bila engkau mendengar orang yang mengatakan bahwa tidak mungkin ada keteraturan di alam ini, karena semuanya terjadi secara acak; tanyakanlah ini kepadanya, “apakah engkau tidak melihat keteraturan yang lebih besar di atas semua yang acak dan tidak teratur itu?”
Apakah engkau memperhatikan sejarah?
Apakah engkau memperhatikan bahwa sejarah tidak akan mengulangi perilakunya, bila manusia tidak mengulangi kesalahan-kesalahan dari para pendahulunya?
Rayi sing anom,
Bersungguh-sungguhlah dengan yang sedang kau kerjakan hari ini.
Hanya dengan menjadikan pekerjaan mu berdetak seirama dengan jantung mu, akan jelas pandangan mu ke bentuk masa depan dari yang sedang kau kerjakan hari ini.
Bila engkau sejantung dengan pekerjaan mu, engkau akan melihat jelas keterhubungan pekerjaan mu itu dengan masa depan mu; dan itu yang akan menjadikan mu bersemangat untuk meneruskan saat perjalanan terasa sulit, untuk mengupayakan jalan maju saat semuanya menjadi penghalang, dan untuk tetap berdiri gagah di saat orang lain telah berbaring menyerah.
Bila ada suara kecil di hati mu yang mencurigai bahwa engkau sedang bekerja keras di pekerjaan yang tidak menjanjikan keberhasilan – katakanlah ini kepadanya, bagaimana mungkin engkau bisa membuat kesimpulan yang mengharuskan mu berganti pekerjaan – bila engkau belum pernah jujur berpeluh dalam pengupayaan terbaik dalam pekerjaan itu?
Maka, Bila engkau memimpikan sebuah pekerjaan yang jujur dengan janjinya, berlakulah jujur di dalam pekerjaan
mu.
Ni mas,
Dalam tengadah wajah mu ke langit, mohonkanlah penyaksian bahwa Engkau telah bersungguh-sungguh untuk berlaku jujur di dalam pekerjaan mu, … bahwa Engkau menjadikan pekerjaan mu sebagai jalan untuk menyampaikan keuntungan bagi orang lain – karena keuntungan mu hanya sebaik keuntungan yang kau sebabkan bagi orang lain, … bahwa Engkau telah mengenal tingginya nilai mu di hadapan Tuhan, dan dengannya engkau tidak akan melibatkan diri mu dalam pergaulan dan pekerjaan yang tidak bernilai, … dan bahwa Engkau akan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaan yang dicintai hati mu. Karena, bila di hatimu jernih bergema nama mulia Tuhan mu – hati mu adalah hati yang jujur, dan pekerjaan yang dicintainya adalah pekerjaan yang memuliakan Tuhan.
Dan pastikanlah engkau ingat, bahwa Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
------------------+
Terima kasih dan salam super,
Mario Teguh
Aliyah Zaharani Putri