Tuesday, September 23, 2008

Cataan Semangat:

"Sahabat. Hidup ibarat film yang amat panjang, penuh dengan episode, tapi bisa juga pendek. Kuliatas kita hari ini hanyalah 1 (satu) dari sekian frame dari seluruh frame kehidupan kita yang panjang. Kemarin adalah masa lalu, dan sekarang akan menjadi masa lalu, besok. Jika keberhasilan kita belum terjadi di saat ini, pastikan kita melakukan hal-hal kecil dengan kesungguhan besar yang menumbuhkan harapan bahwa esok, 2,3 10, atau bahkan 20 tahun mendatang adalah waktu kita menuai hasil dari usaha itu.

So, mari kita buat film dengan frame yang kita inginkan. Lakukan, sekarang!"

Salam dan Senyum,

.:MasGagah:.

Catatan Semangat:

Mengapa kita sering lebih keras berusaha untuk meyakinkan orang untuk percaya kepada kita, daripada benar-benar melakukan sesuatu yang memantaskan diri untuk dipercaya oleh orang lain. Jujur, dan sabar itu kuncinya. Karena untuk sesuatu yang besar dan baik, kita butuh kepercayaan dari Dia yang Maha Mengetahui Isi hati kita. Pantaskan diri untuk sesuatu yang lebih besar, dan lebih baik dari sekarang. Don't Think, Just Do It.

Salam dan Senyum,

.:MasGagah:.

Thursday, September 11, 2008

Sudahkah kita bersyukur?

Sahabat. Lihatlah di depan, di samping, di bawah dan di atas dan di sekeliling kita. Adakah yang merisaukan hati?

Pernahkah kita mengeluhkan wajah kita yang kita anggap kurang cantik, kurang tampan seperti penilaian orang lain?
Pernahkah kita mengeluhkan baju, celana kita yang tidak sebagus teman kerja kita?
Pernahkah kita mengeluhkan sepatu kita yang tidak semahal dan sebagus teman kerja kita?
Keluhan yang lain? Sahabat yang paling tahu.
.... ... ...
Sahabat. Pantaskah kita mengeluh seperti demikian padahal di luar sana ada banyak saudara kita yang terlahir sebagai orang cacat wajah?
Pantaskah kita mengeluh sementara ada Jutaan orang yang hanya memakai baju bekas dalam kesehariannya?
Pantaskah kita mengeluh sementara ada Jutaan orang yang terlahir tanpa kaki?
... ... ...

Cobalah renungkan! Bagaimana jika manusia hidup di dunia dalam kondisi buta, maka dia tidak dapat melihat. Seluruh yang ada di hadapannya adalah sama. Tidak dapat melihat keindahan warna-warni dan tidak dapat melihat keindahan alam semesta. Coba sekali lagi renungkan! Bagaimana jadinya jika manusia hidup di dunia dalam keadaan buta dan tuli. Maka dia tidak dapat berbuat apa-apa. Dan coba sekali lagi renungkan! Jika manusia hidup di dunia dalam keadaan buta, tuli, dan gila. Maka hidupnya dihabiskan di rumah sakit, menjadi beban yang lainnya. Demikianlah nikmat penglihatan, pendengaran, dan akal.... Maka Nikmat Robb kamu yang manakah yang akan kau dustakan lagi? (QS. Ar-Rohmaan: 13)

Salam dan Senyum,

.:MasGagah:.

Wednesday, September 10, 2008

I Love You Just The Way You Are


Intro:


Don't go changing, to try and please me
You never let me down before

Don't imagine your to familiar
And I dont see you anymore

I wouldn't leave you in times of trouble
We never could have come this far

I took the good times, Ill take the bad times
Ill take you just the way you are

Billy Joel - I Love You Just The Way You Are


+-------------+
Dalam sebuah rumah seorang istri terlihat sedang mempersiapkan segala kebutuhan suaminya untuk berkerja. Mulai dari menyiapkan pakaian hingga sarapan paginya. Begitu sibuknya ia mulai sejak sebelum subuh hingga pagi itu. Belum lagi, tangis bayi buah hati mereka yang menambah suasana bahagia.
Dan ketika suami berangkat untuk mencari rahmat Alloh. Sang istri masih juga di sibukkan untuk memandikan si kecil yang masih berusia bulanan. Menyusui sambil memberikan pelukan hangatnya agar si kecil tertidur dengan nyenyak. Lalu, barulah ia mencuci sisa makanan suaminya tadi pagi hingga mencucikan pakaiannya.
+-------------+

Subhanalloh. Sahabat, itulah sosok istri yang ada di rumah kita saat ini. Semua keringat, dan rasa keluh yang hadir setiap hari dijalaninya dengan rasa suka dan ikhlas. Saat malam sebelum tidur ia tersenyum. Pagi hari saat membangunkan kita pun ia penuh senyum. Disetiap aktifitasnya ia tersenyum untuk kita, suami yang di cintainya.

Masalah dalam rumah. Ketika ia datang, istri kita adalah orang pertama yang menghadapinya dan menjaganya hingga kita (suaminya) pulang dari kantor. Dan senantiasa menyambut kehadiran kita, penentram, penjaga dirinya dan anak-anaknya dengan senyum terbaiknya.

Subhanalloh. Indahnya istri kita

Lalu saat masalah, dan cobaan datang kepada kita (suami) di kantor. Sesampainya di rumah pernah kah kita membantah istri yang indah itu, hanya karena tidak ada masakan untuk kita makan? Pernahkah kita mengeluhkan masakannya yang tidak sesuai dengan selera kita? Atau bahkan memarahinya karena kurang garam, atau yang lainnya?

Pernahkah kita memarahinya karena baju yang disetrika masih kurang rapi? Atau baju yang hendak kita pakai esok, masih belum juga dicucinya? Dan masalah lain yang kita timpakan kepadanya karena kelemahan dan kekurangan kita, suaminya!
Sahabat. Pernahkah kita sebagai suami membayangkan kehidupan yang di laluinya setiap hari? Kesibukan dan kerepotan apa saja yang dihadirkan kepadanya? Sementara kita, yang lemah dan penuh dengan kekurangan ini memberikan satu lagi beban kepadanya, saat dia mengharapkan perkataan lembut dan peluk mesra sebagai obat bagi keluhnya di hari ini dengan amarah dan penolakan!

Apa yang menjadikan kita hingga begitu berhaknya mengatakan bahwa semua kesalahan yang terjadi adalah perbuatannya? Apa yang sudah kita berikan untuknya hingga menjadikan kita merasa berhak untuk memakinya dan menyakiti perasaannya? Apa, sahabat?

Sahabat. Apakah kita secara sadar tahu bahwa dia butuh ucapan cinta dan sayang dari kita. Dan sudahkah kita berikan kata itu kepada setiap hari? Apakah kita tahu bahwa dia butuh dipeluk dan di cium dengan penuh kasih sayang. Dan sudahkah kita berikan itu kepadanya setiap hari?

I Love You, Because I Love YOU (Alloh)

Sahabat. Yuk..., kita mulai menghargai apa yang sudah ada. Apa yang sudah diberikan oleh istri-istri kita untuk kita. Untuk anak-anak kita.

Quote: Dia yang mampu untuk mengerahkan sebuah kasih sayang yang besar, sudah mencapai keberhasilan besar, karena syarat mencapai keberhasilan besar adalah melakukan hal – hal kecil dengan kasih sayang yang besar. Apalagi, bila yang dilakukannya adalah hal besar dengan kasih sayang yang besar. Dan kebersamaan Anda dengan "pasangan" Anda adalah hal yang besar. (by Mario Teguh)

So, berbahagialah dengan dia yang akan mengisi hari-hari kita. Bergahagialah bersamanya dengan senyum. Bersamanya mari kita bangun keluarga yang penuh dengan kasih sayang, pengertian, pengorbanan, dan senyum ikhlas dalam setiap perilaku kita. Semoga Alloh Yang Maha Indah menjadikan berkah atas apa yang kita usahakan. Karena tiada satupun yang kita lakukan tanpa mengharapkan Cinta-Nya yang Maha Agung.

Salam dan Senyum,

.:MasGagah:.

Don’t Think, Just Do It


Intro:
Sometimes I try to count the ways and reasons that I love you
But I can't ever seem to count that far
I love you in a million ways and for a million reasons
More than this I love you as you are
More than this I love you as you are


You are my inspiration, you are the song I sing
You are what makes me happy, you are my everything
You are my daily sunshine, you are my ev'ning star
Ev'rything I'll ever need or want, that's what you are
Ev'rything I'll ever need or want is what you are

Song’s by Dolly Parton – You Are


+----------------+
You Are. Untuk sahabat yang sudah menikah, lihatlah istri dan anak-anak kita yang ada di rumah menunggu kedatangan kita setiap harinya. Lihatlah senyum bahagia mereka ketika senyum kita hadir di rumah tercinta. Untuk yang belum menikah, bayangkanlah calon hidup kita menunggu kehadiran kita untuk bersama menjalani episode baru yang lebih menyenangkan dalam hidup kelak. Love is Dia. So, cintailah Dia yang Memiliki Cinta agar cinta kita kepada pasangan kita senantiasa bersemi.
+----------------+

Don’t Think, Just Do It

Amazing, itulah perasaan yang saya rasakan saat mengetahui bahwa ada orang yang bisa sukses walaupun dengan keterbatasan fisik yang dialaminya. Apa yang membuat seseorang bisa melampaui kemungkinan-kemungkinan yang untuk orang biasa dianggap sebagai sesuatu yang mustahil? Apa yang memungkinkan orang seperti
Habibie Afsyah bisa menghasilkan hingga $5600 sebulan hanya dari sebuah kursi roda? Apakah sebuah fenomena? Tidak, karena Habibie Afsyah hanyalah satu dari sekian banyak manusia yang berhasil melampaui semua penghalang manusia untuk mendapatkan kesuksessan.

Pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa kesuksesan adalah hak hidup setiap manusia, dan Habibie membuktikan itu kepada kita, yang memiliki fisik lebih lengkap dari dirinya. So, apa yang memungkinkan dia dan ribuan bahkan jutaan orang di dunia ini cepat meraih suksesnya? Jawabnya adalah, mereka melakukan apa yang tidak kita lakukan (sekarang).

Semua orang sukses selalu melakukan apa yang mereka tahu, memaksimalkan apa yang ada, dan memotivasi diri bahwa di depan sana ada takdir yang baik untuk mereka. Sebuah keyakinan terhadap apa yang telah dijanjikan kepada mereka oleh Tuhan-Nya, Alloh Swt. Setiap impian adalah hak kita untuk mendapatkannya namun juga Hak Dia, Yang Maha Memiliki apakah impian itu baik untuk kita yang meminta kepada-Nya dengan tulus? Apakah impian akan kesuksesan sudah kita nilai dengan kepantasan kita untuk meraihnya? Apakah usaha yang dilakukan sudah mencerminkan bahwa kita pantas mendapatkannya? Sahabat, mari kita tanya kepada diri kita. Sudahkah kita melakukan apa-apa yang diperintahkannya? Sudahkah kita memberikan penghargaan yang terbaik dari setiap Kemurahan Hati-Nya?

Jika setiap kesuksesan adalah buah dari hasil sebuah proses. Yaitu hasil kerja dan tingkah laku kita sebelumnya. Apakah kita saat ini sudah memupuk, melakukan hal-hal kecil yang satu saat kelak bisa menjadikan kita BESAR? Sudahkah kita menjalankan perintah-perintah baik yang Dia perintahkan? Dan, apakah kita berpegang teguh dengan apa yang kita yakini, bahwa Dia adalah Tuhan yang Maha Luas Rezekinya, Maha Berkehendak Terhadap Segala Sesuatu, juga Maha Menghargai setiap usaha-usaha hamba-Nya. Maka pertama yang harus kita lakukan adalah yakin bahwa Dia tak kan pernah menyia-nyiakan usaha dan doa setiap hamba-Nya.

Tugas kita bukan untuk berhasil

Sahabat, tugas kita bukanlah untuk menjadi orang sukses, di saat ini. Bahkan berhasil dimasa depan, dimasa kita hidup. Namun tugas kita hanyalah mengupayakan apa yang ada sekarang, saat ini dengan usaha terbaik. Jika saya mempunyai cita-cita memiliki Puluhan sekolah, dimana setiap guru saya jamin kesejahteraan hidupnya (secara materi cukup), juga menggratiskan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Yang saya bisa lakukan saat ini hanya memulai sedikit yang memungkinkan anak dan penerus hidup saya kelak meneruskannya hingga impian itu menjadi kenyataan. Jangan menunggu, karena hari ini akan menjadi kemarin. Dan besok akan menjadi masa lalu. Mulailah sekarang!
So, mulailah sekarang! Mulailah dari yang bisa anda lakukan.

Bersambung… (insya Alloh)

Salam, dan Senyum

.:MasGagah:.

Thursday, May 29, 2008

Ikhlas Yuk...

Ada suatu antara kita

Yang tak dapat kumengerti

Hanya senyum mu

Selalu membayang

Membuat ingin bertemu

Diantara hatimu hatiku

Terbentang dinding yang tinggi

Tak satu jua jendela disana

Agar ku memandangmu

Mmm…, lagu yang bagus. Walaupun bukan terlahir di jamannya tapi kesannya masih bisa dirasakan oleh generasi yang berbeda. Ada yang tahu lagu siapa di atas? Ya, lagu yang dibawakan oleh Titiek Sandhora dan Suaminya (namanya lupa. Hehehe…).

Kali ini saya akan coba menulis tentang Ikhlas. Walaupun intronya ga pas, tapi dibaca ya?

-----------------+

Ikhlas

(Aku adalah pelayan-Mu)

Ikhlas bisa juga disamakan dengan tulus, bersih, jernih, dan bebas.Dalam setiap perjalan hidup kita dituntut untuk bersikap ikhlas. Mengapa demikian? Karena tugas dan kewajiban kita sebagai hamba-Nya adalah melakukan segala sesuatu dengan sikap dan cara terbaik terhadap yang kita usahakan. Setiap usaha ada pengharapan yang pasti kita inginkan, dan sikap ikhlas adalah cara terbaik kita untuk menerima hasilnya.

Ikhlas dalam pekerjaan

Sat ini berapa banyak diantara kita yang mengeluhkan gaji yang kecil? Berapa banyak diantara kita yang mengeluhkan beban pekerjaan yang ditaruh di pundak kita? Berapa banyak pula yang berkata bahwa; “saya akan bekerja lebih baik dari hari ini jika gaji saya naik menjadi sekian..?” Keluhan yang lain, Anda yang lebih tau...:)

Saya pernah mengatakan bahwa kesuseksan itu adalah bakat, dan hak setiap manusia yang terlahir di bumi ini. Tahukah Anda, bahwa setiap diri ini memiliki sumber kekayaan yang luar biasa banyaknya? Dan Alloh, Tuhan Pemilik Segala Sesuatu memberikan kita kebebasan seberapa besar kekayaan itu kita ambil, dan kapan waktunya diserahkan oleh kita.

Kualitas kerja kita saat ini hanya dibayar dan dihargai sebesar yang kita berikan untuk diri kita. Jadi jangan pernah mengharapkan di bayar lebih besar dan dihargai lebih tinggi dengan kualitas diri kita yang sekarang! Bagaimana caranya untuk dibayar lebih besar, dan dihargai lebih tinggi? Coba lihat apakah kualitas kerja kita saat ini sudah pantas untuk dihargai lebih tinggi oleh perusahaan? Jika Anda anggap sudah, coba lihat apakah ada orang yang bekerja lebih giat, dan lebih baik dari Anda namun gajinya sama bahkan masih dibawah Anda? Jika Ada orang yang demikian di kantor Anda berarti Anda belum penatas untuk digaji lebih besar.

“Iya memang ada, tapi kan kebutuhan saya lebih besar daripada dia?” Menurut siapa? Menurut Anda bukan! Siapa yang lebih tahu kebutuhan Anda selain Dia, Tuhan Yang Maha Mengetahui?

So, bersabarlah dan siapkan diri untuk saat-saat kebaikan dan kesabaran Anda dihargai oleh Dia Yang Maha Luas Rizkinya. Sabarlah. Lalu bagaimana jika setelah kita melakukan yang terbaik dan berikap sabar bertahun-tahun lamanya tapi kondisi ekonomi kita tidak juga berubah? Katakan begini kepada Alloh, Tuhan Pemilik Seluruh Alam. “Ya Alloh, aku sudah melakukan terbaik yang aku bisa, dan aku sudah berusaha sebaik yang aku bisa, aku bersabar untuk menanti hasil yang lebih baik yang telah Engkau janjikan. Jika saat ini aku tetap gagal memperbaiki kualitas hidup keluargaku, aku yakin tidak gagal dalam hal melayani-Mu dalam keikhlasanku bekerja dan membahagiakan keluargaku. (kutipan dari Mario Teguh)

Sampai hati ga Tuhan melihat usaha kita yang sudah maksimal tapi tidak memberikan penghidupan yang lebih baik? Kalaupun kualitas hidup kita tetap tidak berubah, bukankah Alloh, Tuhan Yang Maha Adil lagi Maha Mengetahui tahu bahwa dalam setiap kesulitan kita, dalam kemiskinan kita, ada janji yang baik bagi hamba-Nya yang percaya? Siapakah yang lebih benar janjinya daripada Alloh, Tuhan Semesta Alam…? “Al-Ikhlas itu adalah salah satu dari rahasia-rahasia-Ku,
yang telah Aku titipkan ke dalam hati orang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku”. (Hadits Qudsi)

Ikhlas dalam mencintai

"Cinta itu jujur, sederhana dan cantik. Bila perasaan itu jujur, ia tidak membutuhkan penjelasan yang berkepanjangan." (Mario Teguh).

Ada sebuah cerita tentang seorang pria yang kaya, muda lagi tampan mencari seorang gadis cantik untuk dijadikannya istri. Singkatnya, sang pemuda kaya ini menikahi gadis yang sangat cantik, seksi juga tentunya. Lalu apa yang terjadi dalam perjalanan pernikahan mereka? Masalah demi masalah, pertengkaran demi pertengkaran menyelimuti keluarga ini.

Dari cerita diatas, apa yang salah? Apa yang kurang? Si Pria berwajah tampan, lagi kaya. Yang wanita juga demikian cantik dan seksi. Hingga bagitu banyak laki-laki yang mencoba merayunya. Sekilas kehidupan ini sering terlihat oleh mata kita, bukan!

Seorang Pemuda berkata: “Gue ini tampan, dan kaya jadi wajar dong kalo gue pengen dapet istri cantik dan seksi yang sesuai dengan selera gue!”

Seorang Wanita berkata: “Gw itu cewe cantik, body seksi, dan ok punya. Jadi Cuma laki-laki yang ganteng dan kaya yang pantas untuk gw!”

Ilustrasi di atas mungkin tidak sepenuhnya benar, tapi pernahkah dalam hati kita terbesit untuk membandingkan sesuatu yang ada pada diri kita dan memantaskan segala sesuatu hanya dari yang terlihat (fisik) saja? Bagi Anda yang punya pacar, atau pernah punya pernahkah berpikir seperti itu? Seperti membandingkan pacar pada sisi, pekerjaannya, wajahnya, fisiknya, kehidupan ekonominya, sifat dan lain sebaginya?

Cinta. Apakah arti kata ini bagi Anda? Darimanakah perasaan itu ada, dan siapakah yang menghadirkannya di hati ini? Untuk siapa dan kepada siapakah cinta itu harus kita berikan? Lalu, sudahkah kita menjaga cinta yang diberikan oleh Sang Pemilik Cinta? Pernahkan kita pertanyaan-pertanyaan ditujukan kepada diri Anda?

Bersambung…

..:MG:..

Tuesday, May 6, 2008

Make Your Own Movie

I bless the day I found you. I want to stay around you. Now and forever, let it be me.

Ada yang tahu potongan lirik lagu di atas? Let it Be Me, sebuah lagu yang dipopulerkan oleh The Everly Brothers. Sama seperti Anda, saya, dan semua orang mempunyai pandangan tentang kualitas hidupnya saat ini, detik ini berbeda. Namun kadang benyak dari kita sering berkata kepada diri yang sudah lelah belajar, bekerja, dan lain-lain. “Apa mungkin ya, saya bisa seperti dia…?, Apa mungkin ya, saya bisa jadi ini, itu? Punya ini, itu…?”

Mengapa kita yang sekarang sering memberikan masukan (input) kepada diri yang paling berharga ini, inputan yang melemahkan! Masukan yang merendahkan kita! Padahal, apa bedanya dia, mereka yang sudah sukses yang memperoleh segala yang kita impikan, tapi ko kita belum ya…? Yang membedakan tak lain adalah, diri yang kita terlalu lama berada dalam alam pikiran, khayalan, dan RENCANA! Dan dia, mereka yang sukses sudah mengaplikasikannya dalam alam TINDAKAN! Sudah jelaskah pembeda itu…?

Sekarang waktunya Anda untuk melakukan semua yang Anda PIKIRKAN, KHAYALKAN, dan RENCANAKAN untuk kemudian di implementasikan dalam bentuk, TINDAKAN…! Semua hal yang Anda tunda-tunda, lakukanlah SEKARANG…!

Berapa banyak diantara kita yang akan berkata seperti ini: “Jika saya bisa memundurkan waktu 10 tahun kebelakang, saya pasti akan jadi orang yang lebih baik…!” Lihat, potret kita sekarang. Lihat diri kita, sekarang! Sudahkah kita puas…?

Ketahuilah, hidup itu ibarat film yang amat panjang, tapi bisa juga pendek. Saat ini, kuliatas kita hari ini hanyalah 1 (satu) dari sekian frame dari seluruh frame kehidupan kita yang seperti film itu tadi.

So, mari kita buat film dengan frame yang kita inginkan. Lakukan, sekarang...!

-=MG=-

Aliyah Zaharani Putri

Aliyah Zaharani Putri